fbpx

Saheeb Design Studio

8 Tips Memulai Jadi Freelance Graphic Designer

freelance graphic designer
Menjadi freelance graphic designer dan 8 tipsnya (image by Canva)

Hai Saheebian, Apakah kamu salah satu yang tertarik menjadi freelance graphic designer? Kalau ‘iya’ kamu harus memperhatian 8 tips ini sebelum kamu benar-benar terjun menjadi seorang freelancer.

Perjalanan seorang freelancer tidak semudah apa kata orang yang mudah mendapat gaji lebih tinggi dibanding pekerja kantoran. Setiap memilih pekerjaan, tentu ada kelemahan dan kelebihan yang akan akan selalu dijalani. So, simak tips nya berikut ini:

1. Jangan terburu-buru

Kadang menjadi freelancer terkesan lebih menyenangkan, walapun realitasnya akan terasa lebih berat dibandingkan bekerja di sebuah korperat.

Banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk memulai jadi pekerja lepas. Terutama jika kamu sedang bertransisi dari dunia korporat. Kehidupan seorang karyawan sangat berbeda dengan kehidupan seorang freelancer.

Menjadi seorang karyawan, mungkin telah membuat kamu memiliki aliran pendapatan dan tunjangan yang stabil. Namun untuk industri freelancing, itu tidak ada menjamin apapun.

Gaji yang akan kamu dapat dari seorang freelancer bergantung pada proyek yang sedang kamu kerjakan di bulan itu. Maka, jika kamu tidak mendapat klien atau pekerjaan, kamu tidak akan mendapat gaji apa lagi tunjangan.

Jadi, sebelum memutuskan untuk fokus menjadi freelancer, pastikan kalau kamu memiliki cukup banyak tabungan. Hal ini wajib kamu lakukan, agar kamu tidak perlu memikirkan kelangsungan hidup selama masih merintis menjadi freelancer.

2. Bangun portopolio

Jika kamu ingin orang lain membayar jasa yang kamu miliki, kamu harus memastikan bahwa kamu memiliki sesuatu yang dapat ditunjungan.

Klien tentunya membutuhkan gambaran kualitas kemampuan kamu dari sampel hasil pekerjaan yang selama ini pernah dilakukan.

Portopolio kamu akan menunjukan sepada klien kualitas, gaya, kerja, dan keterampilan yang kamu miliki.

Sebagai seorang freelance graphic designer, kamu harus dapat menunjukan kemampuan kamu dalam sajian portopolio yang menarik dan relevan dengan diri kamu.

3. Iklankan diri kamu di media sosial

Media sosial kini menjadi wadah setiap orang untuk menunjukan siapa diri mereka, termasuk untuk para profesional. Mereka tidak segan untuk mendesain media sosial mereka agar menarik dan mencerminkan kepribadian kamu.

Kamu membangun persona dalam akun Facebook atau Instagram. Membaikan postingan dalam platform seni seperti deviant, pixiv, dan lainnya.

Media sosial dapat menjadi galeri kamu dari berbagai karya hasil kurasi. Media tersebut seharusnya dapat menjelaskan tentang apa yang dapat kamu lakukan.

Kamu juga bisa mengunggah video pendek tentang cara kamu membuat kreasi desain. Dari konten video itu kamu bisa mengumpulkan banyak penggikut sampai akhirnya kamu dikenal sebagai seorang disainer.

4. Temukan klien di platfotrm freelance

Jika kamu bingung harus mulai dari mana, tempat terbaik unutk memulai adalah menemukan klien pertama kamu di berbagai platform lepas. Kamu bisa berkunjun ke Upwork atau juga di jaringan profesional seperti LinkedIn.

Setelah kamu memilih platform, kamu harus memastikan kalau profil kamu sudah diatur dengan baik.

Bagaimanapun kilen ingin melihat keterampilan dan kemampuan seseorang yang akan mereka pekerjakan. Selain itu kamu juga harus sadari kalau kamu sedang bersaing dengan ratusan bahkan ribuan sesama freelancer.

Kamu juga sebaiknya bergabung di grup desaner grafis di platform media sosial untuk mengekspos diri kamu kepada sesama freelancer. Dari pertemanan itu mungkin ada yangg merekomendasikan kamu pada klien.

5. Jadilah seorang komunikator profesional

Saat kamu sedang menjalani bisnis kamu sendiri, seara tidak langsun kamu dituntut untuk dapat berkomunikasi baik dengan semua orang yang akan kamu temui.

Kamu juga harus tahum bagaimana cara berbiacara secara efektif dengan klien. Pastikan semuanya jelas dan terarah. Mintalah klarifikasi secara langsung jika kamu menemukan ketidakjelasan membuat akad.

Selain itu, kamu juga perlu menanggapi pesan mereka selama 24 jam. Calon klien juga memiliki keterbatasan waktu, dan munkin dia juga terhubung dengan freelancer lain. Jadi jika kamu inggin mendapatkan proyek, tanggapi tepat waktu.

6. Tepati janji, tetapkan tenggat waktu

Ketika kamu bekerja dengan klien, hal perlu kamu perhatikan adalah menentukan tenggak waktu penyelesaian proyek yang tepat.

Hal ini dilakukan, agar kamu bisa menyelesakan proyek dengan maksimal, klien pun tidak perlu merasa kecewa soal tenggak waktu yang sudah ditentukan.

Jangan lupa menambahkan waktu kelonggaran untuk hal-hal yang tidak terduga. Misalnya jika kamu bisa menyelesaikannya dalam waktu tiga hari, maka beri tahu klien kalau kamu akan menyelesaikannya dalam waktu lima 5 hari.

Batasi juga revisi setelah pengerjaan, agar klien juga dapat memberi masukan secara efisien. Kamu sebenarnya bisa mengerjakan 5 kali revisi, tapi kamu sampaikan untuk maksimal 3 revisi saja.

Kedisiplinan waktu seperti ini akan memudahkan kamu menyelesaikan proyek lebih awal dan klien pun akan melakukan revisi sesedikit mungkin.

Namun jika ternyata kamu harus melakukan revisi ke empat kalinya, tentu bukan suatu masalah bagi kamu, kamu akan tetap memberikan pelayanan itu secara gratis. Di sisi lain, klien merasa sangat terbantu dengan kerja ekstra mu, dan mungkin ia akan merekomendasikan kamu ke teman atau rekan mereka.

7. Memiliki beban kerja yang wajar

Salah satu kesalahan seorang freelancer adalah terlalu banyak mengambil proyek. Saat kamu mendapat klien, mungkin kamu merasa bisa melakukan semuanya, namun ternyara tenggagk waktu terlalu berdekatan satu sama lain.

Jika hal itu sampai terjadi, kualitas hasil kerjamu akan menurun dan bahkan pekerjaanmu akan melewati masa tenggak yang telah ditentukan.

Kasus seperti itu akan menimbulkan ketidakpuasan klien terhadap pelayanan. Coba perhatikan lagi, kalau kamu mendapat terlalu banyak proyek, munkin tarif yang kamu tentukan terlalu rendah.

Jika kamu sudah berada di tahap itu, kamu bisa sedikit demi sedikit meninggikan harga jasa, sehingga kamu tetap bisa mengerjakan proyek secara maksimal dan kamu juga tidak perlu khawatir soal finansial.

Alternatif lain, kamu bisa rekrut asisten untuk handle beberapa job yang bisa dikerjakannya.

8. Umpan balik

Setiap kamu menyelesaikan proyek, mintalah umpan balik untuk meninggkatkan kualitas kinerjamu juga untuk menunjukan hasil kerjamu kepada klien lainnya.

Mintalah komentar dan saran mereka, hal itu juga akan membuat kamu tahu apa yang jadi kebutuhan klien. Sehingga kamu bisa lebih bertumbuh dan mendapatkan peningkatan berkelanjutan dari setiap masukan yang ada.

Berani memulai?

Freelancing memiliki standar pekerjaan yang sangat berbeda dengan seoran pekerja perusahaan, namun tetap memberikan manfaat untuk kemajuan karier kamu.

Kamu bisa saja jadi lebih sangat sibuk dibanding saat menjadi seorang pekerja, namun kamu juga bisa memiliki waktu lebih longgar. Tergantung seberapa banyak pekerjaanmu hari itu.

Seorang freelancer yang berhasil, memiliki kedisiplinan tinggi terhadap bekerja. Ia juga selalu mengasah kemampuan hard skill maupun soft skill untuk meningkatkan pelayanan dan kemampuannya dalam menyelesaikan proyek.

Mau bagaimana pun nantinya, semua tidak akan terjadi kalau kamu tidak pernah memulainya.

Butuh Jasa Desain

Kalau kamu justru membutuhkan jasa desain, kami siap membantu kebutuhan kamu. Saheeb Design Studio telah berpengalaman menangani klien selama 8 tahun. Kamu bisa kunjungi portopolio kamu untuk melihat hasil desain yang pernah kami buat.

Make Use Of, 2022. “8 Tips to Start Your Freelance Graphic Designer Career“. Diakses 14 maret 2024 dari https://www.makeuseof.com/tips-start-freelance-graphic-designer-career/

 

Suka artikel ini? Bagikan sekarang!